Sabtu, 30 Oktober 2010

Rumah Adat Banten



RUMAH SUKU BADUY


Banten dulunya merupakan bagian dari daerah Propinsi Jawa Barat, dan menjadi provinsi baru di tahun 2000.  Banten dikenal dengan suku aslinya, yaitu suku Baduy. Suku ini ada dua kelompok, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. 
Suku Baduy dalam dan luar ini berbeda dalam perbedaan sikap dan aturan. Suku baduy Dalam lebih tegas menolak pengaruh dari luar, dan tetap ingin mempertahankan kebudayaannya.
Tempat tinggal suku Baduy Dalam masih berupa rumah adat/tradisional yang masih dipertahankan sampai sekarang. Rumah suku Baduy di Banten ini memiliki makna yang dalam.
Bentuk rumah adat
Secara umum, bentuk rumah adat banten suku Baduy ini merupakan rumah panggung yang hampir keseluruhan bahan bangunan rumah berasal dari bambu.
  • Bangunan rumah dibuat tinggi, berbentuk panggung, mengikuti kontur/tinggi rendahnya permukaan tanah.  Pada tanah yang miring dan tidak rata permukaannya, bangunan disangga menggunakan tumpukan batu.  Batu yang dipakai adalah batu kali,  berfungsi sebagai tiang penyangga bangunan dan menahan tanah agar tidak longsor.
  • Atapnya terbuat dari daun yang disebut dengan sulah nyanda. Nyanda berarti sikap bersandar, sandarannya tidak lurus melainkan agak merebah ke belakang. Salah satu sulah nyanda ini dibuat lebih panjang dan memiliki kemiringan yang lebih rendah pada bagian bawah rangka atap.
  • Bilik rumah dan pintu rumah terbuat dari anyaman bambu yang dianyam secara vertikal. Teknik anyaman bambu yang dikenal dengan nama sarigsig ini hanya dibuat berdasarkan perkiraan, tidak diukur lebih dulu.  Kunci pintu rumah dibuat dengan memalangkan dua kayu yang di dorong atau ditarik dari luar bangunan rumah.
  • Ada 3 ruangan dalam bangunan rumah adat ini, yaitu ruangan yang dikhususkan untuk ruang tidur kepala keluarga juga dapur yang disebut Imah, ruang tidur untuk anak-anak sekaligus ruang makan yang disebut tepas dan ruang untuk menerima tamu yang disebut sosoro.
  • Seluruh bangunan rumah dibuat saling menghadap satu dengan yang lain, hanya diperbolehkan membangun rumah menghadap ke Utara-selatan saja.  Menghadap ke arah Timur-barat tidak diperbolehkan secara adat.
Itulah bangunan rumah adat Banten suku Baduy, yang terkenal dengan kesederhanaan, dan dibangun berdasarkan naluri manusia yang ingin mendapatkan perlindungan dan kenyamanan. Rumah adat ini masih dapat anda jumpai di Banten, jika anda ingin mengetahui dan melihat secara langsung di sana.

1 komentar:

  1. tolong dhonk fotonya yang terlihat utuh, untuk bahan skripsi saya .

    BalasHapus